Jumat, 22 November 2013

PEMUDA & SOSIALISASI

PEMUDA dan SOSIALISASI

Kita sering mendengar kata “PEMUDA” dan kita juga termasuk dari kata pemuda itu sendiri ( untuk pria kalau untuk putri menjadi PEMUDI) , nah sekarang kita akan membahas pengertian dari pemuda….

Pemuda adalah generasi ( generasi dari generasi tua ), dan penerus dari generasi yang terdahulu. Anggapan seperti itu adalah suatu beban moral bagi kita pemuda-pemudi bangsa. Selain memikul beban sebagai generasi penerus bangsa. Seperti kata dari Presiden R.I yang pertama “BERI AKU 1000 ORANG TUA NISCAYA AKAN KUCABUT SEMERU DARI AKARNYA, BERI AKU  10 PEMUDA NISCAYA AKAN  KUGUNCANGKAN DUNIA “, sungguh perbedaan yang sangat jauh bukan walaupun jumlah orang tua lebih banyak dari pada jumlah anak muda tapi lihat, walaupun 10 pemuda saja Soekarno bisa mengguncangkan dunia. Karena dari itu pemuda sering dibilang generasi bangsa.

Pemuda tetaplah manusia yang tidak pernah lepas dari yang namanya persoalan-persoalan dan masalah, banyak sekali yangf sudah terjadi pada pemuda kita saat ini ( termasuk saya  yang sedang menjabaat menjadi pemuda bangsa ). Sekarang sudah banyak pemuda yang sudah lupa akan lagu nasionalnya sendiri dan lagu tradisional dari provinsi mereka berasal, itu adalah salah satu dari sekoan banyak persoalan yang di alami oleh pemuda-pemudi kita saat ini. Pemuda-pemudi kita juga sudah lupa akan sejara dari bangsa Indonesia, itu semua adalah persoalan yang harus kita semua berantas. Criminal yang pelakunya adalah pemuda-pemudi bangsa Indonesia juga suda sering terdengar oleh telinga kita, merampok, membunuh, mencuri, narkoba dan yang paling menakutkan adalah ABORSI sudah terjadi di kalangan pemuda.

Mungkin ungkapan Soekarno itu sekarang sudah tidak berlaku lagi, mungkin yang berlaku sekarang “ BERI AKU 10 PEMUDA MAKA AKAN AKU BUAT  MEREKA BOYBAND “,mungkin ungkapan yang inilah yang berlaku untuk zaman sekarang. Sangat disayangkan untuk zaman sekarang kita melihat pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang sangat cinta akan kebudayaan dari Negara lain, mereka lebih senang melihat K-POP dibandingkan dengan melihat pertunjukan SINDEN, mereka lebih memilih bermain Handphone saat upacara kemederdekaan disbanding serius dalam upacara bendera, itulah mengapa pemuda kita sekarang kalau di kumpulkan 10 orang maka akan terbentuklah suatu boyband.


Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.



PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :

1.     Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2.     Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3.     Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4.     Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.




INTERNALISASI, BELAJAR, DAN SPESIALISASI
Ketiga kata atau istilah internalisasi, belajar, dan spesialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi (mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum).
Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu, atau perubahan sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dimana belajar dapat berlangsung di lingkungan maupun di lembaga pendidikan.
Istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki atau diukur oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.

Solusi :
1.      Biaralah Para orang tua harus sering menanamkan nilai-nilai luhur pada pemuda kita saat ini aga mereka tidak melupakan sejarah bangsa dimana dia tinggal dan mengajarkan etika sopan santun dan berbudi pekerti.
2.      Biarlah kita sebagai mahluk social  tidak terpaku pada teknologi, cobalah untuk berinteraksi pada lingkungan kita

Sumber :

Kamis, 10 Oktober 2013

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan


Pertumbuhan Dunia

Pertumbuhan dunia saat ini sangatlah pesat, dari bidang teknologi, kebudayaan dan juga sarana transportasi yang ada, yang dimana sekarang kita bisa merasakan aksess yang sangat cepat untuk keadaan yang sedang terjadi di luar tempat tinggal kita dalam hitungan jam maupun menit. Kita pun sekarang bisa merasakan bepergian dengan sangat cepat dan nyaman. Dalam Bidang kebudayaan pun demikian yang dimana kebudayaan-
sekarang bisa memadukan antara tradisional dengan budaya modern karena ada dampak dari globalisasi dunia, yang dimana suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal.

Jumlah penduduk di 
dunia saat ini

Dalam laporan bertajuk ”Prospek Populasi Dunia: Revisi 2012” yang dirilis di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (14/6), disebutkan, penduduk dunia akan naik menjadi 8,1 miliar jiwa pada tahun 2025 dari jumlah 7,2 miliar jiwa saat ni. Jumlah itu akan terus berkembang menjadi 9,6 miliar pada tahun 2050. Prediksi sebelumnya, penduduk dunia diperkirakan ”hanya” mencapai 9,3 miliar jiwa pada 2050.Menurut laporan terbaru ini, pertumbuhan penduduk paling tinggi akan terjadi di negara-negara berkembang, dan lebih dari setengah penambahan jumlah penduduk dunia itu akan terjadi di Afrika. PBB memperkirakan, pada awal abad depan, populasi penduduk bumi bisa mencapai 16,6 miliar jiwa. Pertumbuhan penduduk terbesar akan terjadi di negara-negara miskin ”Meski pertumbuhan penduduk di dunia secara keseluruhan telah melambat, laporan ini mengingatkan kita bahwa beberapa negara berkembang, terutama di Afrika, pertumbuhan penduduknya masih pesat,” kata Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial Wu Hongbo, Jumat (14/6/2013).

7 unsur kebudayaan dan cara memelihara 


unsur tersebut :


1. Unsur peralatan dan erlengkapan hidup, seperti : rumah, pakaian, kendaraan, dll
2. Unsur mata pencaharian / sistem ekonomi, seperti pegawai, petani, buruh, dll
3. Unsur sistem kemasyarakatan, yang meliputi: hukum, kekerabatan, perkawinan, dll
4. Unsur bahasa baik lisan maupun tulisan yang berfungsi sebagai alat komunikasi
5. Unsur Kesenian, seperti seni tari, seni musik, seni rupa, dll
6. Unsur Ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti: pengetahuan alam, perbintangan, pertambangan, komputer, dll
7. Unsur agama dan kepercayaan

Cara untuk memlihara unsur-unsur budaya tersebut :

1. Mencanangkan kesenian daerah sebagai ekstarkulikuler
2. Mengadakan berbagai jenis perlombaan yang bertemakan kebudayaan
Sangat ironis

3. Mengadakan seminar dan pertunjukan kebudayaan
4. Memberi hak paten dan mempublikasikan kebudayaan indonesia
Baru beberapa hak paten yang diberikan pemerintah untuk hasil-hasil kebudayaan kita






Hubungan antara kebudayaan 
dan kehidupan manusia

Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
  • Penganut kebudayaan,
  • Pembawa kebudayaan,
  • Manipulator kebudayaan, dan
  • Pencipta kebudayaan.
Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.
Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.
Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di bumi ini. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.
Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai:
  1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
  2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
  3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
  4. Pembeda manusia dan binatang
  5.  Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
  6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
  7.  Sebagai modal dasar pembangunan.
Kebudayaan barat
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastrasainspolitik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofiyang membedakannya dari peradaban lain
cara menyaring kebudayaan barat :
1. Sterilisasi
Kita mensterilkan diri dari pengaruh budaya barat. Caranya memang ekstrem yaitu dengan tidak menonton televisi, tidak mengakses internet, tidak membaca buku atau majalah yang berbau “barat” dan semacamnya. Sterilisasi ini dilakukan dengan memutuskan hubungan sama sekali dengan dunia barat. Memang kita tidak akan terpengaruh dengan budaya barat tapi mungkin kita akan jadi kuper alias kurang pergaulan dan ketinggalan zaman.
2. Filterisasi
Kita menyaring apa yang datang dari barat. Tidak semuanya kita terima begitu saja. Apa yang baik dan bermanfaat bisa kita tiru. Budaya yang tidak sesuai bisa kita tinggalkan. Filterisasi ini dilakukan dengan memilah dan memilih mana yang sesuai dan mana yang tidak. Sesuaikan dengan adat, norma dan agama yang kita anut. Jika bertentangan jangan ragu untuk menolaknya.
3. Imunisasi
Seperti layaknya bayi yang selalu diberi imunisasi untuk meningkatkan kekuatan tubuh, begitu juga remaja. Mereka perlu diberikan “imunisasi” supaya tidak mudah terpengaruh dengan budaya barat yang negatif. Imunisasi bisa dilakukan dengan terus menerus memberikan ilmu dan pemahaman untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu, remaja juga perlu diberikan suntikan iman agar lebih tahan godaan ketika teman-temannya mengajak untuk melakukan perbuatan yang diharamkan.